Bukan Hanya di Film, New Zealand Menyiapkan Penggunaan Kecerdasan Buatan

Updated: Apr 28




Kecerdasan buatan saat ini bukan hanya ada dalam film atau fiksi ilmiah lagi. Intelegensi artifisial saat ini telah menjadi kenyataan dan telah ada di dalam kehidupan sehari-hari kita. Tentu saja hal ini akan mempengaruhi kehidupan manusia dan mungkin juga akan mengubah masa depan manusia. Tak bisa dipungkiri, kecerdasan buatan telah mengubah cara hidup manusia terutama dalam aktivitas sehari-hari.


Namun, kemajuan dan perkembangan teknologi yang sangat pesat pasti menimbulkan pro dan kontra di kalangan para pemerhati teknologi. Seperti baru-baru ini di Selandia Baru. Sebuah survei yang dilakukan terhadap para eksekutif yang tergabung dalam organisasi Kiwi. Dalam survei tersebut, terungkap beberapa hal penting terkait bagaimana pandangan para eksekutif dalam memandang peran Kecerdasan buatan di kehidupan sehari-hari.


Dalam survei tersebut terdapat perbedaan pandangan terhadap kecerdasan buatan di Selandia Baru dengan negara Asia Pasifik. Selandia Baru memandang bahwa kebutuhan terhadap kemajuan dan pengembangan kecerdasan buatan lebih mendesak. Tak hanya itu sebagian besar organisasi di Selandia Baru memandang Intelegensi Artifisial ini sebagai kemajuan teknologi yang sangat positif dan hanya sedikit yang merasa bahwa kecerdasan buatan adalah ancaman untuk pekerjaan mereka.


Bagaimana Memulai Intelegensi Artifisial

Sebagian besar organisasi di Selandia Baru percaya bahwa dengan adanya kemajuan dan pengembangan terhadap Intelegensi Artifisial akan dapat membantu manusia meningkatkan produktivitas kinerja karyawan dan juga proses produksi secara otomatis. Sementara untuk kecerdasan buatan yang diimplementasikan dalam pelayanan publik atau pelayanan kustomer akan dapat membantu untuk mengungkap permasalahan atau hambatan baru terhadap kinerja pelayanan yang diberikan.


Memulai Kecerdasan buatan bukanlah hal yang mudah. Kecerdasan Buatan harus disesuaikan sedemikian rupa agar dapat tersinkronisasi dengan alat atau sistem yang akan diberikan kecerdasan buatan. Selain itu juga harus memiliki tujuan yang jelas. Oleh karena itu selain menciptakan teknologi baru, maka harus dibuat pula prinsip-prinsip etika sehingga masyarakat dapat memutuskan bagaimana menggunakan teknologi dengan bijak.


Hambatan yang Dihadapi dalam Penerapan Kecerdasan Buatan

Semakin canggih suatu teknologi maka sangat jelas akan memerlukan banyak biaya yang dikeluarkan terutama biaya yang digunakan untuk mendanai riset dan pengembangan teknologi kecerdasan buatan. Peralatan dengan teknologi tinggi memerlukan bahan yang terbaik sehingga untuk mendapatkan bahan dan peralatan yang terbaik tentunya para pengembang teknologi harus membayar dengan harga yang mahal.


Selain biaya yang tinggi, sudah pasti untuk mengembangkan teknologi kecerdasan buatan, membutuhkan sember daya manusia yang terbaik dengan ide cemerlang dan juga kemampuan analisa yang bagus. Selain itu membutuhkan keahlian khusus untuk dapat mengembangkan teknologi. Selain itu ada hal sederhana yang bisa menghambat penerapan kecerdasan buatan yaitu ketidaktahuan bagaimana cara memulai serta bagaimana penerapan kecerdasan buatan dalam kehidupan sehari-hari.


Penyebab Kegagalan Penerapan Kecerdasan Buatan Serta Bagaimana Solusinya

Ada banyak faktor yang mungkin saja bisa membuat penerapan kecerdasan buatan menjadi gagal. Dan kegagalan yang dialami juga bisa saja berbeda. Namun lima faktor yang paling sering membuat penerapan kecerdasan buatan menjadi gagal adalah :


1. Proyek yang terlalu besar sehingga pengembangan menjadi tidak terfokus.

2. Penggunaan alat atau sistem yang salah dan tidak sesuai dengan fungsinya.

3. Kualitas data yang buruk dan tidak terprogram dengan baik.

4. Pengembangan yang kurang sistematis.


Untuk mengatasi hal-hal tersebut sebelum kita menerapkan kecerdasan buatan maka ada baiknya untuk mempertimbangkan bagaimana penggunaan yang tepat dan menyesuaikan dengan keadaan sekitar serta untuk tetap mempertimbangkan etika serta peraturan yang telah dibuat.

120 views