Calon Presiden PPIA 2019/2020: WHAT IS YOUR WHY?

Judul artikel yang kalau dibaca berkali-kali, mirip judul filmnya Makoto Shinkai,

Kimi no na WHY.




Meskipun di artikel ini tidak ada Taki dan Mitsuha, setidaknya ada empat pria dengan latar belakang yang berbeda yang ingin maju menjadi seorang presiden di himpunan 'sakral' PPI (perhimpunan pelajar Indonesia, bukan polunteer-polunteer Indonesia. ehh atau memang itu?). Sehingga menarik untuk disaksikan.


Sebenarnya gak juga sih, habis sama-sama dari UoA. Tahun depan acara bakal gak jauh dari Symonds st lagi Symonds st lagi. Mau kuliah enak di Selandia Baru? Ayo kuliah di UoA :)))


Mudah untuk menulis visi-misi indah dan menabur janji menarik namun tak terukur, hanya demi suara pemilih. 'menjamin kesejahteraan'. Situ BPJS?


Oleh karena itu, terinspirasi dari buku Simon Sinek, nznesia mencoba menggali alasan utama mengapa mereka ingin maju. Jangan-jangan hanya karena 'jadi presiden keren, gw mau nyari pacar yang cantik nanti'. Kan gak gitu ya gak sih? Eh tapi boleh juga tuh,

TAHUN DEPAN GW NYALONIN (lagi) AHHH.



Tito (kiri), Mikha (sebelah Tito), Evan (kedua dari kanan), dan Ery (yang sering booking lapangan futsal dan dicuekin di grup wa futsal :( )

PERTANYAAN PERTAMA

'start with why' sebuah buku dari Simon Sinek, mengenai bagaimana pemimpin besar mempengaruhi banyak orang untuk mengambil tindakan.
Untuk anda sendiri, 'what is your why' untuk menjadi presiden PPIA?

-TITO

Ki Hajar Dewantara, karena beliau adalah tokoh pendidikan terkemuka di Indonesia yang meletakkan filosofi dasar kepemimpinan yaitu

Ing Ngarsa sung tulodho, Ing Madyo mangun karso,

Tut wuri handayani

bahwa leader harus fleksibel, bisa memahami posisi dan situasi diri dan orang lain, mengatur peran diri sendiri daripada mengatur orang lain, dan mempertebal kepekaan dan keinginan untuk berpartisipasi terhadap sosial dan lingkungan sekitar.

Ki Hajar Dewantara merupakan figur yang jarang dibicarakan, ketimbang Panglima Jenderal Sudirman, Duo Proklamator Soekarno dan Hatta, BJ Habibie sang Teknokrat

Meskipun mungkin tidak punya "produk" sementereng pesawat terbang.

Sosok KHD bagi saya, adalah seorang filosofer yang cerdas, yang melihat sesuatu lebih terbuka dan luas, dan punya semangat belajar yang tinggi.


-MIKHA

PPIA udah kasih saya “ruang” untuk berkembang. Selama tahun ini saya merasa seneng banget bisa ikut PPIA dan cukup aktif dalam kepengurusan. Dari PPIA saya bisa ketemu orang-orang baru dan banyak yang punya pengalaman dan background macem-macem.


Wawasan gw bertambah banyak lewat belajar berorganisasi ini. PPIA bukan organisasi yang sempurna dan punya banyak kekurangan, tapi yg menurut saya terpenting itu kontribusi dan hal-hal yang dikorbankan anggotanya karena semua ini dilakukan voluntarily.


“Why” bagi gw adalah bgaimana kontribusi gw bisa lebih besar lagi untuk memajukan PPIA lewat komitmen dan program2 yang gw ajukan. “Why” gw juga bentuk terima kasih gw sama PPIA yang udh mau menampung gw dan membiarkan gw berkembang lewat berbagai cara.


-EVAN

PPIA merupakan organisasi yang sudah memiliki modal besar saat ini; latar belakang dan pengalaman pelajar yang beragam hingga jumlah massa yang relatif banyak. Dengan modal ini PPIA sebenarnya bisa memberikan dampak dan manfaat yang lebih besar untuk anggota dan pihak luar lainnya.


Kenapa PPIA tidak menginisiasi manfaat yang lebih luas?


Apa yang bisa kita lakukan sebagai PPIA ke depannya?


Pertanyaan tersebut yang menjadi "why" saya untuk maju menjadi salah satu Calon Presiden PPIA 2019/2020. Saya ingin memberikan fasilitas bagi anggota dan alumni PPIA untuk mendapatkan manfaat seluas-luasnya melalui organisasi PPIA itu sendiri. Begitu banyak potensi yang bisa dikolaborasikan untuk mengakomodir berbagai macam tujuan baik.


Lebih jauh lagi, saya pribadi ingin melihat suatu saat nanti PPIA memiliki value proposition untuk ikut andil dalam pembangunan bangsa ke depannya. Karena disini kita berkumpul atas nama pelajar Indonesia, yang berniat untuk memajukan negeri kita.


-ERY

Saya ingin berkontribusi lebih untuk PPIA karena dalam setahun terakhir PPIA telah menjadi keluarga terdekat saya. Selain itu, saya melihat posisi presiden sebagai kesempatan saya untuk memaksimalkan potensi yang dapat dicapai oleh PPIA dengan bantuan teman-teman.



PERTANYAAN KEDUA

Mas Widi telah memberi kesan bahwa PPIA dalam kepemimpinannya adalah himpunan yang kekeluargaan (guyub). Lalu apabila anda terpilih, kesan apa yang ingin anda berikan ke pelajar/masyarakat Indonesia di Selandia Baru terhadap himpunan yang mungkin anda pimpin?

-TITO

Guyub merupakan salah satu nilai masyarakat Indonesia, dan saya stuju dengan mas Widi. Saya pribadi ingin mengenalkan "siapa" PPIA dan "siapa" pelajar di Auckland dan juga "siapa" sosok yang ada di belakang mereka? karena ada yg datang ke Auckland dengan keluarga (isteri atau suami) yang barangkali di Indonesia sudah punya karir tapi terpaksa harus meninggalkannya karena mendampingi keluarga.


Jadi kesan yang juga perlu dibangun selain Guyub adalah Kontributif, yaitu berprestasi, memberikan manfaat bagi sosial dan lingkungan sekitar, serta menjaga martabat dan identitas bangsa Indonesia yang Bhineka Tunggal Ika


Jadi kita perlu juga mengenalkan potensi dan kemampuan para pendamping pelajar Indonesia supaya bisa turut kontributif..manfaatnya bisa lebih menguatkan brand PPIA dan anggota PPIA


-MIKHA

Sepikiran dgn mas Widi, pada intinya menurut gw PPIA itu harus memiliki kesan kekeluargaan karena PPIA jadi tempat menampung temen2 pelajar dari Indonesia yang mungkin rindu sama kampung halaman dan orang-orang nya. Menampung berarti kita bisa menyediakan ruang sosialisasi, belajar berorganisasi, dan menyalurkan talenta kita sebagai pelajar indonesia yang ada di Selandia Baru, terutama Auckland.


-EVAN

Mas Widi menginisiasi gerakan kekeluargaan dalam masa kepemimpinannya, hal ini harus dipertahankan dan dilanjutkan ke depannya. Karena itulah saya menjadikan "PPIA yang kokoh dan berkarya" sebagai visi kepemimpinan ke depannya. Karena PPIA sebagai organisasi harus kokoh untuk memastikan keberlangsungannya di masa depan; terlepas siapapun yang aktif dalan organisasi, PPIA tetap memiliki jalur yang jelas untuk terus menjadi entitas yang bermanfaat.

Dan untuk menjadi entitas yang bermanfaat, PPIA harus mulai menelurkan karya-karya positif yang mungkin menginspirasi orang dalam kebaikan. Kita bisa mulai dari hal-hal kecil yang sederhana sambil terus memupuk kapasitas untuk melakukan hal-hal besar ke depannya.


-ERY

Tetap sama. Menurut saya, pada dasarnya PPIA adalah keluarga kedua untuk pelajar-pelajar yang sedang menempuh studi di wilayah tersebut. Kesan kekeluargaan dapat membantu menarik minat pelajar baru untuk daftar menjadi anggota PPIA dan mempererat hubungan antara anggota-anggota PPIA



Peserta sepertinya pusing mikirin keadaan di Auckland. Minum TANK mungkin bisa jadi obat

PERTANYAAN KETIGA

Isu/masalah apa yang menurut anda sangat penting atau besar yang terjadi di lingkungan PPIA selama ini? (boleh lebih dari 1, maks3)

-TITO

Tata kelola dan kebersamaan sebagai organisasi (organizational citizenship)


-MIKHA

Masalah yang saat ini menurut gw cukup besar ada di struktur kepengurusan yang kurang berjalan dengan baik. Dari ini kita jadi sering kesulitan manpower dan juga pembagian tugas dan job desc dalam ngurus berbagai acara yang kita adakan. Kedepannya struktur akan diusahakan di perbaikin supaya bisa efektif dan menyesuaikan dngn jadwal dan tenaga para pengurus juga karena prioritas pelajar tetap untuk melakukan studi.


-EVAN

Ketimbang isu, saya lebih cenderung untuk mengatakan hal-hal ini sebagai tantangan. Dan ternyata tantangan-tantangan malah bisa strength points ke depannya jika ditangani sebaik mungkin.


Tantangannya adalah modal besar yang saya sebutkan sebelumnya, yakni jumlah massa yang demikian besar serta beragamnya latar belakang, pendidikan dan pengalaman yang kita miliki.


Sehingga dibutuhkan kemampuan untuk mengakomodir interest yang berbeda namun memiliki semangat yang sama, yakni sebanyak-banyaknya memberikan manfaat


-ERY

Sistem akuntabilitas dan struktur organisasi masih perlu dibenahi.

Walaupun menjadi anggota panitia PPIA bukan full-time job atau prioritas utama, tapi tetap saja harusnya bisa memberi komitmen dan membagi waktu untuk PPIA.



Tiba-tiba bersemangat. Memang seru kalau bahas pelajar+masyarakat di Auckland. Itu yg paling kanan malah main Pokemon GO -_-

PERTANYAAN BONUS

Apabila anda kalah, bagaimana anda memperjuangkan 'why' anda dan bagaimana anda menyelesaikan masalah-masalah yang anda temukan selama ini?

-TITO

saya siap membantu ppi


-MIKHA

Kalau gw sih memang mau bantu


-EVAN

Saya siap untuk mejadi pengurus


-ERY

Dari awal niat saya untuk membantu teman-teman.



PERTANYAAN TERAKHIR

1 kata / 1 kalimat untuk nznesia?

-TITO

Enlightning!


-MIKHA

Terima kasih bwt NZnesia udah mau bikin konten ttg kehidupan pelajar di New Zealand dan beropini ttg berbagai hal atau isu yang ada di NZ!


Perbanyak giveaway yaaa! :)


-EVAN

Tetaplah berekspresi dan berimajinasi seluas mungkin


-ERY

Emang paling top deh


Pertanyaan dikirimkan melaui pesan whatsapp ke masing-masing calon presiden di waktu yang bersamaan. Dan 1 pertanyaan ditanyakan langsung saat sesi photo.

Jawaban dari para capres pun disimpan sampai akhirnya artikel ini diterbitkan. Dengan harapan, jawaban bisa sangat se-original mungkin dan tidak ada pengaruh dari pihak luar. Karena kalo di grup lain bisa aja para capres saling contek/memantau jawaban yang lain dulu. Atau bahkan pertanyaannya 'titipan'. wik wik wik.


Oh atau ini paling ngaco,

Udah nanya-nanya, sok-sok kritis, pas dikasih tanggung jawab GAK MAU, parahnya nanti ada acara gak dateng. Komplain kenceng-kerja nihil.

Mengutip kalimat dari mas Widi

'banyak disini yang hanya mau dilayani, tapi tidak melayani' - Widi Kurniawan, Presiden PPI Auckland 2018/2019

Terima kasih banyak para capres atas waktunya, kalian yang membaca dan mohon maaf apabila ada salah kata.

SELAMAT BERJUANG!


161 views