Kebakaran di SkyCity Convention Centre: Apa yang Saya Pelajari (Untuk Tidak Menyalahkan Orang Lain).

Updated: Dec 2, 2019




Baru-baru ini, tepatnya 22 Oktober 2019. Terjadi kebakaran di Sky City Convenience Centre. Untuk yang belum tau, mungkin ini tempatnya kaya JCC di Senayan di Jakarta. Jadi di Auckland kan ada tower yang terkenal itu (tapi lokasinya aneh),

nah disebelahnya ada Casino, Convention Centre (tempat Pacific Expo di mana Glenn Konser) dan hotel.

Lalu mereka bikin lagi nih diseberang jalan, Convention Centre yang baru, yang lebih megah rencananya.


Namun, naas kekaran besar terjadi, yang diduga karna ada pegawai yang lupa mematikan blowtorch saat mau istirahat merokok (smoko).


ilustrasi blowtorch. https://www.popularmechanics.com/home/tools/how-to/g2621/things-you-didnt-know-you-could-do-with-a-torch/

Singkat kata, api mulai melalap material-material mudah terbakar disekitarnya. Dan menyala sampai -+4 hari. Melibatkan -+ 150 pemadam kebakaran.


Saat kebakaran terjadi, jalan-jalan disekitar lokasi ditutup dan warga sekitar terutama pekerja banyak disarankan untuk menjauhi lokasi kebakaran.


Tapi, sebagai warga orang Indonesia yang pernah melihat beberapa tragedi kebakaran di Indonesia. Kebakaran di Auckland tetap terasa lain, dan banyak hal yang bisa dipelajari. Apa saja yg saya pelajari kebakaran di Sky City Auckland? Pantau terus, pelajaran nomor 7 bikin netizen geleng-geleng. (karna cuma 5, 6 aja gak ada, apalagi 7).



1. Keselamatan Nomor 1.


https://www.newshub.co.nz/home/new-zealand/2019/10/huge-fire-at-sky-city-convention-centre.html


Jalan-jalan ditutup, tidak boleh ada yang mendekat. Halte bus banyak yang dialihkan menjauh dari lokasih kebakaran.

Warga Auckland disarankan untuk menutup jendela.

Semua perhatian tersebut didasarkan akan 1 hal yaitu, warga harus selamat.



2. Tidak Ada yang Menyalahkan Pemerintah (atau Siapapun).

photo credit to: PHIL WALTER/GETTY IMAGES

Kejadian ini tidak lama setelah mayor Phil Goff terpilih sebagai Mayor Auckland untuk periode ke 2, tanggal 12 Oktober 2019. Atau 10 hari sebelum terjadinya kebakaran.


Dan saat kebakaran ini terjadi, gak ada tuh yang teriak-teriak, 'INI SALAH GOFF', 'AZAB GOFF TERPILIH', oh apa lagi ini 'GUBERNUR KAPIR'. GA ADA ANJ!!!!!NG yang kaya gini-gini. Musibah ya musibah.


Oh sama ini, tidak ada yang mencari pelaku, atau siapa yang menyebabkan api ini. Dalam artian, tidak ada yang mencoba untuk mencecer orang yang diduga menyebabkan api ini.

Gak kebayang kalo ini di Indon dan oknum-oknum netizen mulai 'men-judge'


'ini gimana sih....'

'pasti gobl*k nih yang kerja'


Ini kayaknya gak gitu-gitu banget di sini. Gw malah kaget salah satu petinggi Sky City* malah peduli dengan keselamatan sang pekerja. Bahkan peduli dengan kesehatan mental sang pekerja.

*SkyCity Entertainment Group's chief executive Graeme Stephens


Akhirnya kembali, tinggal gimana kita mau bantu, bukan mencari orang yang bisa disalahkan lebih dulu. Investigasi boleh, Bantu prioritas.

https://www.nzherald.co.nz/nz/news/article.cfm?c_id=1&objectid=12280399


Lanjut yang berikutnya.


3. Tidak ada hashtag lebay.


Ini juga yang keren dari Selandia Baru. Saat kebakaran terjadi, kayaknya gak keliatan orang-orang makai hastag yang berbau kebakaran. Media-media juga gak heboh memberitakan hashtag sesuatu ramai saat terjadinya kebakaran.


Apa karena warga di Auckland tidak sebanyak di Jakarta, atau karena pengguna social media juga tidak sebanyak yang kita kira di Selandia Baru ini, jadi ya udah.


Kayaknya selama peristiwa kebakaran ini, orang-orang fokus untuk membantu secara nyata.


4. Membantu Secara Nyata (tidak sebatas di WA).

credit photo to: GEORGE BLOCK/STUFF

Photo source: https://www.stuff.co.nz/national/116810996/skycity-blaze-kind-aucklanders-donate-overwhelming-amount-of-food-and-drink-to-firefighters



Saat musibah ini terjadi, banyak perkantoran di sekitar lokasi yang tutup. Karna asap dan akses yang tertutup. Akibatnya, banyak pekerja yang tidak bisa datang/bekerja.


Tapi, bukan Selandia Baru kalau tidak saling membantu, terdapat beberapa kantor di CBD yang menawarkan kantor mereka untuk digunakan oleh mereka yang terdampak kebakaran ini. Bahkan perkantoran B:Hive yang keren itu yang ada di Smales Farm, menawarkan tempat untuk bekerja secara cuma-cuma/gretong/gratis.


Beberapa restaurant pun berbondong-bondong menawarkan makanan, kopi, bahkan tempat beristirahat untuk para pemadam kebakaran.


Keren.


5. Tidak ada nobar / budaya KEPO


Ini juga yang mengejutkan sih, ternyata orang di Selandia Baru kalau ada kebakaran, atau kecelakaan di jalan, atau apa gitu. Ya udah lewat aja, paling liat sebentar, terus jalan lagi.


Gak ada yang dateng dengan niat nonton layar emas RCTI, terus duduk-duduk, foto-foto, ngerekam, update status, atau apalah itu. Gak ada. Jadi ya udah, kalau pun lewat lokasi, paling liat sebentar, terus jalan lagi. Membiarkan semua itu pihak berwajib/terkait yang menangani.




refrensi:

https://www.stuff.co.nz/national/116794708/skycity-fire-burns-through-the-night-keeping-smoke-billowing-over-auckland

https://www.newshub.co.nz/home/new-zealand/2019/10/huge-fire-at-sky-city-convention-centre.html

https://www.nzherald.co.nz/business/news/article.cfm?c_id=3&objectid=12279057

https://www.stuff.co.nz/national/116990779/skycity-convention-centre-fire-firefighters-still-battling-flare-ups-still-cant-access-roof

https://www.stuff.co.nz/national/116810996/skycity-blaze-kind-aucklanders-donate-overwhelming-amount-of-food-and-drink-to-firefighters

https://www.nzherald.co.nz/nz/news/article.cfm?c_id=1&objectid=12280399

https://www.newshub.co.nz/home/new-zealand/2019/11/skycity-fire-union-offers-support-for-apprentice-reported-to-have-caused-blaze.html

https://www.rnz.co.nz/news/national/401742/skycity-convention-centre-fire-we-still-have-active-firefighting-there-are-still-flames-in-pockets

https://www.nzherald.co.nz/nz/news/article.cfm?c_id=1&objectid=12279802