Makin Canggih, New Zealand Siap Untuk Menerapkan Kecerdasan Buatan



Kecerdasan Buatan merupakan sebuah kemampuan buatan yang diberikan kepada sebuah sistem untuk dapat menafsirkan data dan mempelajari data-data tersebut dengan tujuan atau tugas tertentu. Kecerdasan buatan biasa disebut dengan intelegensi artifisial atau sering disingkat dengan akronim AL. Kecerdasan buatan ini biasanya diimplementasikan dengan teknologi yang telah dikembangkan untuk suatu tujuan tertentu yang sifatnya untuk membantu dan mempermudah segala aktivitas manusia.


Robot, adalah salah satu contoh penggunaan kecerdasan buatan yang semakin berkembang pesan belakangan ini. kecerdasan buatan atau intelegensi artifisial biasanya dihubungkan dengan ilmu komputer namun, sebetulnya kecerdasan ini juga memiliki kaitan yang erat dengan bidang ilmu pengetahuan seperti matematika, psikologi, biologi, kimia bahkan filosofi. Saat ini banyak negara-negara maju di dunia yang telah memanfaatkan kecerdasan buatan dalam teknologi yang tengah mereka kembangkan. Salah satu negara maju tersebut adalah Selandia Baru.


Selandia Baru telah lama mengembangkan kecerdasan buatan terutama dalam memperbaiki sistem keamanan dan infrastruktur jalan di negara tersebut. Dalam sebuah wawancara yang diadakan oleh The Herald bersama Para Pemimpin Industri dan teknologi, mereka membahas bagaimana prospek dan peluang penggunaan kecerdasan buatan pada sistem keamanan dan infrastruktur jalan yang direncanakan akan segera dilakukan di Selandia Baru.


Kesiapan Selandia Baru Untuk Penggunaan Kecerdasan Buatan

Dalam wawancara tersebut, Mahmood Hikmet yang merupakan Koordinator R & D Ohmio mengatakan bahwa Selandia Baru sudah sangat siap untuk menggunakan kecerdasan buatan untuk sistem keamanan dan infrastruktur jalan. Hal ini dikarenakan, Selandia Baru telah lama mengembangkan kecerdasan buatan yang nantinya akan bermanfaat di kehidupan mendatang seperti pengembangan pengereman adaptif, sistem bantuan parkir paralel, sistem pemeliharaan jalur kendaraan dan sensor kondisi pengemudi.


Beliau juga menambahkan bahwa kecerdasan buatan sebenarnya sudah banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari, bukan hanya di infrastruktur jalan saja. Hal kontra disampaikan oleh Matthew Ensor, seorang direktur dan juga penasihat bisnis di Selandia Baru. Beliau mengatakan bahwa Selandia Baru mungkin akan mengalami kesulitan dalam penggunaan kecerdasan buatan di sistem keamanan dan infrastruktur jalan. Hal ini dikarenakan banyak ketidakpastian dan juga perubahan yang diakibatkan oleh penggunaan kecerdasan buatan.


Pembahasan Tentang rencana pengembangan Kendaraan Otonom