Masih kontroversi! Kecerdasan Buatan Menakutkan Atau Menguntungkan

Updated: Dec 2, 2019




Seiring dengan semakin berkembangnya teknologi, sebuah robot pun menjadi semakin menyerupai manusia. Hal ini disebabkan karena perkembangan intelegensi artifisial atau yang lebih dikenal dengan kecerdasan buatan, yang mampu membuat robot melakukan segala aktivitas layaknya manusia, bahkan robot bisa dirancang untuk melakukan sesuatu yang tidak bisa dilakukan oleh manusia. Tentu saja perkembangan teknologi kecerdasan buatan yang masif ini menciptakan ketakutan tersendiri untuk sebagian kalangan.


Meski belum terjadi sungguhan, cerita tentang kecerdasan buatan yang tak lagi bersahabat dengan manusia telah direpresentasikan berkali-kali dalam fiksi ilmiah baik itu dalam sebuah film atau pun cerita. Meskipun sedramatis seperti yang digambarkan dalam adegan film, kegagalan penerapan kecerdasan buatan mungkin saja dapat terjadi dengan cara yang tak terduga. Contohnya saja seperti yang terjadi pada kota Chernobyl.


Kegagalan penerapan kecerdasan buatan bisa saja terjadi karena kesalahan penterjemahan algoritma yang ditambahkan ke dalam suatu sistem sehingga terjadi kegagalan sistem yang kompleks dan tidak dapat dipahami sepenuhnya oleh sistem tersebut yang mengakibatkan malafungsi. Selain itu kerusakan alat menjadi salah satu faktor yang juga dapat menyebabkan kegagalan penerapan kecerdasan buatan dalam perkembangan teknologi di masa kini.


Kecemasan Sebagian Orang Akan Kecerdasan Buatan

Beberapa orang merasa takut akan perkembangan kecerdasan buatan yang semakin canggih. Hal ini dikarenakan sebagian dari mereka beranggapan bahwa kelak keberadaan manusia akan terancam karena seluruh peran manusia akan digantikan oleh teknologi kecerdasan buatan. Selain itu, mereka mengatakan bahwa manusia mungkin tidak akan bisa bersaing dengan kepintaran sistem kecerdasan buatan yang semakin berkembang pesat.


Perkembangan Kecerdasan Buatan Dapat Membantu Pekerjaan Manusia

Meskipun sebagian orang merasa takut dan terancam dengan penerapan kecerdasan buatan, namun ada sebagian orang pula yang mendukung penerapan kecerdasan buatan dalam kehidupan sehari-hari umat manusia. Mark Zuckerberg, CEO Facebook mengatakan bahwa sebagian orang yang merasa takut dan terancam dengan keberadaan kecerdasan buatan sebenarnya terpengaruh oleh cerita fiksi yang diangkat dari fenomena kemajuan teknologi kecerdasan buatan.


Selain itu Mark menambahkan, bahwa dalam rentang waktu 10 tahun ke depan, teknologi kecerdasan buatan akan dapat membantu segala kegiatan manusia menjadi lebih mudah sehingga akan memperbaiki kualitas hidup manusia di masa mendatang. Tanpa disadari saat ini sebenarnya hampir setiap aktivitas kita telah dibantu oleh kecanggihan kecerdasan buatan. Contohnya saja penggunaan komputer di tempat Anda bekerja, mungkin tanpa komputer Anda akan kesulitan untuk melakukan pekerjaan.


Dampak Penggunaan Teknologi Kecerdasan Buatan

Saat ini Facebook dan Google menempati posisi yang sangat menarik karena kedua perusahaan tersebut berada di garis terdepan yang mengembangkan teknologi kecerdasan buatan sehingga mereka telah banyak membuat banyak penelitian tentang masalah kecerdasan buatan dan juga menghasilkan berbagai macam produk dari pengembangan teknologi kecerdasan buatan. Namun faktanya, para peneliti Google menemukan adanya kecurangan dalam perubahan foto satelit ke peta yang dilakukan oleh agen mereka.


Pada hakikatnya, kemajuan teknologi sudah pasti akan semakin meningkat seiring dengan perkembangan jaman. Ketika teknologi tersebut menyebabkan sebuah revolusi, manusia juga akan dapat menemukan cara baru untuk beradaptasi sesuai dengan kondisi lingkungan sekitarnya. Dan dalam penerapan kecerdasan buatan, hal yang paling menakutkan adalah mengandalkan intuisi pembenaran yang dilakukan oleh manusia daripada mengandalkan data dan statistik yang disediakan oleh teknologi kecerdasan buatan.

kbri wellington button.PNG
BARBYS logo.jpg
its java logo.jpg
restaurant Indonesia di Napier.png
Agam Jaya - NZ Channel.jpg
logo ppi Auckland.png
hendri in kiwi land.jpg